Bagi warga Ketapang, nama “Jembatan Pawan” bukan sekadar nama infrastruktur biasa — ia adalah bagian dari identitas kota, kenangan masa kecil, dan saksi bisu perkembangan Bumi Ale-Ale dari masa ke masa. Dari Jembatan Pawan 1 yang legendaris hingga Jembatan Pawan V yang kini menjadi ikon baru Ketapang, inilah kisah lengkapnya.
Jembatan Pawan 1, Legenda yang Tak Tergantikan
Jembatan Pawan 1 adalah jembatan paling ikonik dan legendaris di Ketapang. Membelah Sungai Pawan yang merupakan sungai terpanjang di Ketapang, jembatan ini menjadi jalur utama yang menghubungkan berbagai aktivitas di Kota Ketapang. Bahkan, susah dibayangkan jika Ketapang tanpa Jembatan Pawan 1 — setelah melewatinya, pengunjung langsung disambut Tugu Ale-Ale yang juga menjadi ciri khas kota ini.
Namun, di balik berdirinya jembatan legendaris ini, tersimpan kisah yang mengharukan. Sebuah tugu peringatan sederhana masih berdiri tegak di tepi Jalan Pawan 1, didirikan untuk mengenang Tamoi — seorang pekerja berusia 35 tahun yang meninggal dunia pada Oktober 1988 saat tersambar petir di lokasi proyek pembangunan jembatan. Hingga hari ini, tugu itu masih bisa dilihat di samping SPBU Kauman sebagai pengingat akan pengorbanan para pekerja yang membangun infrastruktur vital ini.
Jembatan Kuning Kyai Mangku Negeri, Ikon Baru yang Memukau

Selain Jembatan Pawan 1, Ketapang kini juga memiliki ikon baru yang tak kalah memukau. Jembatan Pawan V atau yang dikenal sebagai Jembatan Kuning Kyai Mangku Negeri diresmikan pada 31 Maret 2019 oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Bupati Ketapang Martin Rantan. Dengan panjang 249,57 meter dan lebar 8 meter, jembatan ini langsung mencuri perhatian berkat warna kuningnya yang cerah dan mencolok sehingga terlihat jelas dari kejauhan.
Dibangun mulai tahun 2007 dan mulai digunakan pada tahun 2019, keberadaan jembatan ini merupakan langkah untuk mengurangi beban kepadatan lalu lintas pada Jembatan Pawan 1. Lokasinya yang tak jauh dari pusat kota menjadikannya destinasi foto favorit warga dan wisatawan.
Jembatan Pawan VI, Masa Depan Ketapang

Sementara itu, Ketapang terus bergerak maju dengan hadirnya proyek Jembatan Pawan VI. Infrastruktur strategis ini dirancang sebagai penghubung utama menuju kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Ketapang. Dengan demikian, Jembatan Pawan VI bukan sekadar jembatan biasa — melainkan simbol komitmen Pemkab Ketapang dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan memperkuat konektivitas wilayah demi kesejahteraan masyarakat.
Dari Pawan 1 yang legendaris, Pawan V yang kini menjadi ikon kuning kebanggaan, hingga Pawan VI yang sedang dibangun — jembatan-jembatan ini adalah cerminan perjalanan panjang Ketapang menuju masa depan yang lebih cerah. Pada akhirnya, setiap jembatan tidak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menyatukan masyarakat Ketapang dalam satu semangat membangun Bumi Ale-Ale.
Baca juga:
5 Alasan Ketapang Layak Jadi Destinasi Wisata Favoritmu di Kalimantan Barat