Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten dan kota di Indonesia terpapar langsung kabut asap akibat karhutla per 21 Agustus 2026, termasuk Kalimantan Barat. Di Ketapang, kabut asap akibat karhutla yang masih berlangsung menjadikan ISPA sebagai ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai. Kenali gejala dan cara mengatasinya sebelum terlambat!

Apa Itu ISPA?

ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah gangguan pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi — dalam konteks karhutla, dipicu oleh kabut asap yang mengandung partikel halus PM2.5 yang terhirup ke dalam saluran napas. Partikel PM2.5 sangat berbahaya karena ukurannya yang kecil memungkinkannya masuk hingga bagian dalam paru-paru.

Kelompok yang paling rentan terkena ISPA adalah bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita asma dan penyakit paru kronis.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala ISPA akibat kabut asap yang perlu diwaspadai antara lain batuk yang tidak kunjung membaik, hidung berair atau tersumbat, sakit tenggorokan, suara serak, demam, nyeri dada, dan sesak napas. Pada kondisi yang lebih parah, penderita bisa mengalami kesulitan bernapas yang signifikan dan perlu segera mendapat pertolongan medis.

Cara Mengatasi dan Mencegah ISPA

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah ISPA saat kabut asap melanda. Pertama, gunakan masker N95 atau KN95 yang mampu menyaring partikel PM2.5 ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Masker bedah biasa tidak cukup efektif untuk kondisi ini.

Kedua, batasi aktivitas di luar ruangan dan tutup rapat pintu serta jendela saat kabut asap tebal untuk mencegah polutan masuk ke dalam rumah. Ketiga, perbanyak minum air putih minimal 8 gelas per hari dan konsumsi makanan bergizi — sayur dan buah kaya vitamin C membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Keempat, istirahat yang cukup dan hindari aktivitas fisik berat saat kualitas udara buruk. Kelima, konsumsi obat pereda gejala seperti antihistamin atau dekongestan untuk meringankan keluhan — atau coba obat herbal seperti jahe panas, bawang putih, dan lemon panas yang dikenal membantu meredakan gejala ISPA.

Jika gejala semakin memburuk seperti sesak napas yang parah, demam tinggi, atau bibir membiru, segera cari pertolongan medis ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunda pemeriksaan — terutama untuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil!

Baca juga:
5 Tips Jaga Kesehatan saat Musim Kemarau dan Kabut Asap di Ketapang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *