Di tepi Sungai Pawan yang mengalir tenang, berdiri megah sebuah bangunan kayu yang telah menjadi saksi bisu kejayaan peradaban Melayu Ketapang selama puluhan tahun. Rumah Adat Melayu Kyai Mangku Negeri merupakan sebuah rumah adat khas Melayu yang berlokasi di tepian Sungai Pawan — saksi bisu sejarah perkembangan kebudayaan Melayu Ketapang.
Lokasi yang Mudah Dijangkau

Terletak di Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Rumah Adat Melayu Kyai Mangku Negeri berjarak hanya sekitar 2 km dari pusat kota Ketapang dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit menggunakan kendaraan bermotor. Jalanan menuju lokasi sudah bagus dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Di sekitar rumah adat, terdapat Dermaga Mangku Negeri tempat warga dan pengunjung bisa bersantai sambil menikmati suasana Sungai Pawan yang asri.
Tiga Bangunan Utama yang Megah

Rumah Adat Melayu Kyai Mangku Negeri terdiri dari tiga bangunan utama dengan bangunan induk berukuran 20 x 30 meter. Seluruh bangunan berbentuk rumah panggung dari kayu dengan ukiran khas Melayu yang indah dan detail. Dibangun pada masa ketika kerajaan masih berkuasa, material yang digunakan berkualitas tinggi sehingga bangunan ini tetap berdiri kokoh hingga hari ini.
Rumah ini juga dikenal sebagai Rumah Morkes karena dulu merupakan milik almarhum H. Morkes Effendi, mantan Bupati Ketapang yang sangat dihormati oleh masyarakat Bumi Ale-Ale.
Lebih dari Sekadar Wisata Sejarah
Tujuan dibangunnya Rumah Adat Melayu Kyai Mangku Negeri adalah untuk melestarikan nilai-nilai budaya sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai adat budaya Melayu Ketapang dan memberikan pengetahuan kepada generasi muda tentang kekayaan budaya lokal.
Bagi pecinta sejarah, budaya, dan fotografi, tempat ini adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Ketapang. Setiap sudut bangunannya menceritakan kisah masa lalu yang kaya — warisan yang masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Bumi Ale-Ale.
Baca juga:
5 Tempat Makan Malam Favorit di Ketapang yang Wajib Dicoba