Kalimantan Barat punya satu ikon yang jadi kebanggaan sekaligus daya tarik wisata unggulan, yaitu Tugu Khatulistiwa. Monumen ini berdiri tepat di garis lintang nol derajat, menjadikannya penanda istimewa bahwa wilayah ini dilewati langsung oleh garis khatulistiwa bumi.

Tugu Khatulistiwa terletak di Jalan Khatulistiwa, Batu Layang, Pontianak Utara, sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak ke arah Mempawah. Monumen ini pertama kali dibangun pada 1928 oleh tim ekspedisi geografi Belanda, kemudian mengalami beberapa kali penyempurnaan hingga akhirnya pada 1990-1991 dibangun replika berukuran lima kali lebih besar lengkap dengan kubah pelindung. Peresmian bangunan yang sekarang berdiri dilakukan pada 21 September 1991 oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu, Parjoko Suryokusumo.

Daya tarik utama tugu ini adalah fenomena kulminasi matahari, yang terjadi dua kali dalam setahun yaitu sekitar tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Pada momen tersebut, matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sehingga bayangan benda-benda di sekitar tugu akan menghilang untuk beberapa saat. Fenomena langka ini selalu berhasil menyedot perhatian wisatawan maupun warga lokal yang datang khusus untuk menyaksikannya.

Selain menikmati arsitektur dan fenomena alamnya, pengunjung juga bisa belajar sejarah lewat museum kecil yang ada di dalam kompleks tugu. Di sana tersimpan koleksi foto-foto lama, dokumentasi kunjungan tokoh penting, hingga informasi seputar astronomi dan tata surya. Wisatawan yang datang bahkan bisa mendapatkan sertifikat “Piagam Perlintasan Khatulistiwa” sebagai kenang-kenangan telah melintasi garis lintang nol derajat.

Uniknya, dari 14 negara yang dilewati garis khatulistiwa di dunia, hanya Kota Pontianak yang posisinya benar-benar tepat berada di atasnya. Inilah yang membuat Pontianak dijuluki sebagai Kota Khatulistiwa, dan menjadikan tugu ini sebagai simbol identitas yang membanggakan masyarakat Kalimantan Barat.

Bagi warga Ketapang dan sekitarnya yang berencana melancong ke Pontianak, Tugu Khatulistiwa bisa jadi destinasi wajib untuk masuk daftar kunjungan. Selain menambah wawasan sejarah dan astronomi, spot ini juga instagramable untuk diabadikan bersama keluarga atau rombongan wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *