Kabupaten Ketapang bukan hanya dikenal karena kekayaan alam dan kulinernya, tapi juga karena keberagaman suku dan etnis yang hidup berdampingan sejak lama. Sebagai salah satu kabupaten terluas di Kalimantan Barat, Ketapang menjadi rumah bagi berbagai kelompok masyarakat yang membentuk mosaik budaya khas daerah pesisir Kalimantan.
Tiga suku terbesar yang mendiami Ketapang adalah Suku Dayak, Suku Melayu, dan etnis Tionghoa. Suku Melayu umumnya tersebar di wilayah pesisir, sejalan dengan pola persebaran suku Melayu di daerah pesisir Kalimantan Barat lainnya. Sementara itu, Suku Dayak dikenal memiliki keragaman bahasa yang tinggi, tercatat ada puluhan bahasa Dayak berbeda yang digunakan di wilayah Ketapang, mencerminkan kekayaan sub-suku yang tersebar di berbagai kecamatan pedalaman.
Etnis Tionghoa juga menjadi bagian penting dari komposisi masyarakat Ketapang, dengan komunitas yang umumnya menggunakan dialek Tiochiu sebagai bahasa pengantar sesama warga, serta sebagian kecil menggunakan dialek Khek atau Hakka. Kebudayaan tradisional etnis Tionghoa di Ketapang masih terjaga dengan baik, tercermin dari adat istiadat yang terus dilestarikan hingga kini. Selain tiga suku besar tersebut, Ketapang juga dihuni oleh Suku Jawa dan Suku Madura, hasil dari migrasi dan perpindahan penduduk yang terjadi sejak beberapa dekade lalu.
Keberagaman ini bukan sekadar data demografi, melainkan kekayaan sosial yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Ketapang, mulai dari bahasa, adat istiadat, kuliner, hingga perayaan lokal yang dijalankan berdampingan. Perpaduan budaya Melayu, Dayak, dan Tionghoa ini menjadikan Ketapang sebagai daerah yang kaya akan tradisi, sekaligus menunjukkan bagaimana masyarakat dari latar belakang berbeda dapat hidup rukun dalam satu wilayah.
Sebagai kabupaten yang menjadi bagian dari Tanah Kayong dan bekas wilayah Kerajaan Tanjungpura, Ketapang memiliki fondasi sejarah panjang yang turut membentuk keberagaman etnisnya hari ini. Warisan ini menjadi identitas yang membanggakan sekaligus modal sosial penting bagi pembangunan daerah ke depan.
Baca juga:
Mengenal Kuliner Khas Ketapang yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung