KETAPANG — Bermain game kini tak hanya menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang. Bagi sebagian anak muda, e-sport menjadi ruang untuk mengasah strategi, kerja sama tim, hingga kemampuan mengambil keputusan dengan cepat.

Hal tersebut terlihat dari prestasi Libertus Junianto, mahasiswa Politeknik Negeri Ketapang (POLITAP), yang berhasil meraih Juara I E-Sport Mobile Legends dalam ajang Kapolres Ketapang Cup 2026.

Libertus merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perkebunan. Bersama timnya, ia mampu menunjukkan permainan yang solid hingga keluar sebagai juara dalam kompetisi tersebut.

Bukan Sekadar Main Game

Di balik pertandingan Mobile Legends, pemain dituntut memiliki lebih dari sekadar kemampuan bermain.

Strategi, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan membaca situasi menjadi bagian penting dalam pertandingan. Setiap keputusan harus dibuat dengan cepat, sementara koordinasi antaranggota tim menjadi salah satu kunci untuk memenangkan pertandingan.

Karena itu, e-sport dapat menjadi salah satu ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan kompetitif sekaligus belajar bekerja dalam tim.

Ketapang Punya Talenta E-Sport

Prestasi Libertus menjadi salah satu contoh munculnya talenta muda Ketapang di bidang e-sport.

Keberadaan turnamen lokal juga memberikan ruang bagi para pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menunjukkan kemampuan mereka. Dari kompetisi seperti inilah, pemain dapat mengasah kemampuan sebelum mencoba tantangan di tingkat yang lebih tinggi.

Bagi generasi muda, perkembangan e-sport juga membuka perspektif baru mengenai dunia digital. Selain menjadi pemain, ekosistem e-sport turut membutuhkan berbagai peran seperti penyelenggara turnamen, caster, kreator konten, hingga pengelola komunitas.

Dari Ketapang untuk Kompetisi Berikutnya

Kemenangan dalam satu turnamen tentu bukan akhir dari perjalanan. Justru, pencapaian tersebut dapat menjadi langkah awal bagi Libertus dan talenta muda lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan.

Di tengah perkembangan teknologi dan semakin populernya e-sport, Ketapang memiliki peluang untuk terus melahirkan pemain-pemain muda yang mampu bersaing.

Satu hal yang pasti, dari layar ponsel dan pertandingan yang berlangsung dalam hitungan menit, anak muda Ketapang menunjukkan bahwa ruang untuk berprestasi bisa datang dari mana saja.

Baca juga:
Dari Juara 3 ke Juara 1, Perjalanan Sukardi Hermawan Jadi Duta GenRe Ketapang 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *