Saat helikopter water bombing terlihat melintas di langit Ketapang dan menjatuhkan ribuan liter air ke kawasan terbakar, banyak yang bertanya-tanya — bagaimana sebenarnya cara kerjanya? Ternyata, operasi ini jauh lebih kompleks dari sekadar menyiram api dari udara.
Apa Itu Water Bombing?

Water bombing adalah teknik pemadaman api dari udara dengan menjatuhkan air atau bahan kimia pemadam dalam jumlah besar menggunakan pesawat terbang atau helikopter. Helikopter menggunakan metode khusus yang disebut “dipping” — mencelupkan kantong air besar yang dikenal sebagai bambi bucket ke sumber air terdekat seperti sungai atau danau, lalu membawanya terbang ke titik api.
Teknis yang Lebih Rumit dari Kelihatannya
Pilot harus memperhitungkan ketinggian, kecepatan terbang, angin, medan, hingga kondisi kebakaran agar air jatuh dengan pola yang dibutuhkan. Satu kali sortie water bombing bisa membawa 4.000 hingga 5.000 liter air — bergantung jenis helikopter yang digunakan. BNPB mengoperasikan berbagai tipe helikopter untuk keperluan ini, antara lain Mi-8, Super Puma, Kamov, dan Sikorsky UH-60 Black Hawk seperti yang digunakan di Ketapang baru-baru ini.
Operasi biasanya dimulai pagi hari saat angin masih tenang dan visibilitas baik. Setelah menjatuhkan air, helikopter kembali ke sumber air terdekat untuk mengisi ulang dan melanjutkan sortie berikutnya hingga titik api berhasil dikendalikan.
Kenapa Tidak Cukup dengan Water Bombing Saja?
Water bombing bukan solusi tunggal — terutama untuk kebakaran lahan gambut seperti yang sering terjadi di Kalimantan. Api bisa merambat ke material organik di bawah permukaan sehingga bagian atas terlihat sudah padam, tetapi bara masih bertahan di dalam tanah. Oleh karena itu, pemadaman dari udara harus selalu dikombinasikan dengan operasi darat oleh tim seperti Manggala Agni dan BPBD untuk memastikan api dan bara benar-benar padam secara menyeluruh.
Itulah mengapa di Ketapang, helikopter water bombing bekerja beriringan dengan tim darat gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan Manggala Agni — karena kemenangan melawan karhutla hanya bisa diraih melalui kolaborasi udara dan darat yang terpadu.
Baca juga:
Aplikasi Wajib di HP untuk Warga Ketapang di Musim Kemarau dan Kabut Asap