Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Barat ternyata menghadirkan pemandangan yang tak terduga di Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang. Sebuah danau yang biasanya dipenuhi air kini berubah menjadi hamparan rumput hijau yang memukau dan ramai dikunjungi masyarakat.

Danau yang Berubah Jadi Padang Rumput

Kawasan Danau Suak Burung di Desa Batu Sedau, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang mengering akibat kemarau panjang. Dasar danau yang kering kemudian ditumbuhi rumput hijau yang tumbuh subur — menyulap kawasan danau menjadi hamparan padang rumput luas yang memukau.

Suasana visual kawasan danau yang mengering ini bahkan dinilai menyajikan pemandangan unik yang menyerupai lanskap alam di luar negeri. Fenomena langka ini menjadi momen tahunan yang selalu dinantikan oleh penduduk di sekitar Kecamatan Manis Mata.

Viral di Media Sosial, Pengunjung Datang dari Berbagai Daerah

Kondisi danau yang berubah menjadi padang rumput ramai diperbincangkan setelah viral di media sosial. Pengunjung tidak hanya berasal dari Kecamatan Manis Mata, tetapi juga dari Air Upas, Marau, dan daerah lain di sekitar Ketapang. Bahkan warga dari Kalimantan Tengah turut datang untuk melihat langsung fenomena ini.

Kapolsek Manis Mata Iptu Meinardus Yudiansyah mengatakan lokasi tersebut merupakan hamparan danau yang terhubung dengan aliran sungai menuju Dusun Suak Pauh, Desa Batu Sedau, Kecamatan Manis Mata. Fenomena ini paling ramai dikunjungi menjelang matahari terbenam karena panoramanya yang sangat memukau.

Fenomena Alam yang Perlu Disikapi Bijak

Di balik keindahannya, fenomena ini sejatinya adalah tanda dari kemarau ekstrem yang melanda Kalimantan Barat. Danau yang mengalami penyusutan ekstrem seharusnya menjadi alarm darurat krisis iklim — meski fenomena tersebut kini dikemas ulang dengan sudut pandang estetika dan menjadi destinasi wisata dadakan.

Warga yang berkunjung diharapkan tetap menjaga ketertiban serta tidak membuang sampah sembarangan di areal dasar danau yang mengering. Karena ketika hujan kembali turun, danau ini akan kembali terisi air dan pemandangan unik ini pun akan menghilang — menjadikannya destinasi wisata musiman yang langka dan tidak bisa dinikmati sepanjang tahun.

Baca juga:
Menang atas Torres, Daud Yordan Dapat Bonus Rp1 Miliar dari OSO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *