Di antara Kecamatan Kendawangan dan Pesaguan, Kabupaten Ketapang, terbentang sebuah kawasan yang terlihat biasa dari luar — hamparan tanah kosong seluas 12 kilometer yang dipenuhi pohon pinus dan ilalang. Namun bagi masyarakat Ketapang dan Kalimantan Barat, kawasan ini menyimpan cerita yang jauh dari biasa. Inilah Padang 12, legenda kota gaib yang hingga kini masih menjadi misteri terbesar di Bumi Ale-Ale.

Kampung yang Hilang di Zaman Penjajahan Jepang

Menurut cerita yang berkembang turun-temurun di masyarakat Ketapang, Padang 12 dulunya adalah sebuah perkampungan biasa. Ketika zaman penjajahan Jepang, kampung ini akan diserang tentara Jepang. Seorang yang memiliki ilmu sakti kemudian menghilangkan kampung tersebut agar tidak dapat dilihat manusia biasa — namun sayangnya ia tidak berhasil mengembalikannya seperti sediakala. Sejak saat itu, kampung beserta seluruh penduduknya menghilang dan tidak pernah terlihat kembali hingga sekarang.

Orang Limun, Penduduk yang Tidak Terlihat

Masyarakat setempat menyebut penduduk Padang 12 sebagai “Orang Limun” atau “Orang Kebenaran”. Konon wujud fisik mereka sama seperti manusia biasa, namun yang membedakannya adalah mereka tidak memiliki belahan di antara hidung dan bibir. Kota gaib ini disebut hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang berhati bersih dan suci, jauh dari kesombongan dan ketamakan.

Menurut kepercayaan yang berkembang, Padang 12 adalah kota yang indah dan mewah dengan penduduk yang sejahtera. Bahkan ada cerita bahwa penduduknya menggunakan kunyit sebagai alat pembayaran — dan beberapa warga mengaku pernah menerima kunyit emas dari orang yang tiba-tiba menghilang di dekat kawasan ini.

Antara Legenda dan Fakta Sejarah

Menariknya, peneliti sejarah Ketapang dr. Simon — yang dikenal sebagai penulis buku Ketapang Jadul sekaligus Ketua Warga Peduli Sejarah Ketapang — menyatakan bahwa nama Padang 12 tidak ditemukan dalam peta lama masa kolonial. Dalam peta tersebut, wilayah yang kini dikenal sebagai Padang 12 berada di antara dua kampung yang sudah tercatat sejak masa kolonial, yaitu Sungai Nanjung dan Pagar Mentimun.

Dalam kajian sejarah dan ilmu pengetahuan, cerita mengenai kota gaib Padang 12 lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari cerita rakyat, folklore, dan warisan budaya lisan masyarakat Ketapang yang kaya. Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai kisah yang beredar, Padang 12 telah menjadi bagian dari identitas budaya Ketapang yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Kini kawasan sekitar Padang 12 mulai berkembang menjadi area dengan aktivitas ekonomi dan industri. Namun misterinya tetap abadi — dan kisah Padang 12 masih menjadi salah satu legenda paling terkenal dan paling banyak diperbincangkan di Kalimantan Barat hingga hari ini.

Baca juga:
HUT ke-81 TNI, Alexander Wilyo Dorong Sinergi untuk Ketapang Maju dan Mandiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *