Perum Bulog Kantor Cabang Ketapang memastikan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara dalam kondisi aman. Kepala Perum Bulog Cabang Ketapang, Jarau Matu, menjelaskan bahwa stok yang tersedia saat ini mencapai 240 ton yang disimpan di Gedung Mulia Baru dan Mulia Kerta, ditambah 300 ton yang sudah tiba di pelabuhan dan 1.300 ton dalam perjalanan dari Pontianak.
Ribuan Ton Beras Disiapkan untuk Bantuan Pangan
Jarau menjelaskan bahwa 1.300 ton beras yang dalam perjalanan sudah dikemas dalam ukuran 10 kilogram untuk penyaluran bantuan pangan. Bulog juga akan menerima tambahan 700 ton beras kemasan 50 kilogram dari Pontianak untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Beras tersebut akan digunakan untuk penyaluran program SPHP serta bantuan pangan,” ujar Jarau saat ditemui di Gudang Bulog Mulia Baru Ketapang.
Untuk bantuan pangan periode Oktober hingga Desember 2026, Bulog Ketapang memperkirakan alokasi mencapai 2.304 ton — mengacu pada pagu penyaluran periode Juli–September 2026. Namun penyalurannya masih menunggu instruksi dari Badan Pangan Nasional dan Bulog pusat.
Kabut Asap Hambat Distribusi ke Pulau Maya dan Karimata
Meski penyaluran beras secara keseluruhan berjalan sesuai target, distribusi ke sejumlah wilayah di Kayong Utara masih menghadapi kendala. Kabut asap di wilayah laut membuat kapal tidak berani berlayar — terutama ke Kecamatan Pulau Maya dan Kecamatan Kepulauan Karimata.
Untuk mengatasi hal ini, Bulog akan memprioritaskan penyaluran secara kolektif ke wilayah yang terdampak hambatan transportasi laut.
“Kita prioritaskan penyalurannya untuk wilayah Kabupaten Kayong Utara, khususnya Kecamatan Pulau Maya dan Kecamatan Kepulauan Karimata,” ujar Jarau.
Selain kabut asap, kelangkaan BBM juga menjadi hambatan — truk pengangkut beras harus menyiapkan waktu lebih lama karena harus antre BBM. Jarau berharap distribusi dapat kembali lancar agar bantuan pangan bisa diterima masyarakat sesuai alokasi dan jadwal.