Di balik gedung-gedung dan jalan-jalan di Ketapang yang ramai, ada satu nama yang terukir dalam sejarah nasional Indonesia — Hamzah Haz. Putra asli Bumi Ale-Ale yang lahir di Ketapang pada 15 Februari 1940 ini berhasil menapaki puncak karier tertinggi sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9, mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri dari 2001 hingga 2004.
Dari Guru dan Wartawan di Ketapang
Perjalanan hidup Hamzah Haz dimulai jauh sebelum panggung politik nasional. Setelah lulus dari SMEA di Pontianak pada 1961, ia mengawali karier sebagai guru di SM Ketapang dan wartawan surat kabar Bebas di Pontianak. Ia bahkan sempat menjadi Pimpinan Umum Harian Berita Pawau — media yang turut mewarnai peta pers Kalimantan Barat di era itu.
Semangat organisasinya tumbuh sejak SMP. Saat kuliah, ia mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan terpilih menjadi ketuanya — sebuah benih kepemimpinan yang kelak berbuah besar.
Dari DPRD Kalbar ke Senayan
Karier politik Hamzah Haz mulai menanjak ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Tingkat I Kalimantan Barat pada 1968. Mewakili Angkatan 66, ia kemudian melangkah lebih jauh ke Jakarta dan menjadi anggota DPR RI mulai 1971 — jabatan yang ia emban selama tiga dekade penuh hingga 2001.
Di partai, ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari 1998 hingga 2007 — menjadikannya salah satu tokoh partai Islam paling berpengaruh di Indonesia.
Puncak: Wakil Presiden RI ke-9

Pada 26 Juli 2001, Hamzah Haz mencapai puncak karier politiknya ketika terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-9, mendampingi Presiden Megawati Soekarnoputri hingga 2004. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM di kabinet Presiden BJ Habibie pada 1998 dan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat di awal era Presiden Abdurrahman Wahid.
Hamzah Haz wafat pada 24 Juli 2024 dan dimakamkan di Bogor, Jawa Barat. Namanya tetap terukir sebagai putra Ketapang yang paling jauh melangkah di panggung nasional — dari tanah Kalimantan Barat ke Istana Wakil Presiden Republik Indonesia.
Baca juga:
Danau Suak Burung Manis Mata Ketapang, Fenomena Alam Viral yang Bikin Takjub