KETAPANG – Bagi warga Ketapang, Pantai Tanjung Belandang bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan kebanggaan tersendiri. Terletak di pesisir barat Kalimantan, pantai ini menawarkan panorama laut lepas yang berpadu dengan suasana tenang, menjadikannya tujuan favorit untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Sunset, Pasir Putih, dan Ale-ale di Pesisir

Daya tarik paling ikonik dari Tanjung Belandang tak lain adalah momen matahari terbenam. Menjelang senja, langit perlahan berganti warna menjadi jingga dan merah muda, menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. Karena itu, banyak pengunjung sengaja datang sore hari demi berburu momen tersebut.

Selain sunset, pantai ini memiliki hamparan pasir yang halus serta kawasan pesisir yang luas. Menariknya, di sepanjang bibir pantai wisatawan bahkan bisa menemukan ale-ale, kerang khas yang menjadi ikon kuliner Ketapang. Ombaknya pun tergolong tenang sehingga relatif aman untuk aktivitas keluarga.

Fasilitas dan Aktivitas yang Beragam

Tanjung Belandang bukan pantai yang sepi fasilitas. Di kawasan ini terdapat deretan gazebo dan jembatan kayu yang menjorok ke laut, tempat pengunjung bisa bersantai sambil menikmati embusan angin. Tersedia pula kolam renang yang biasa ramai oleh keluarga yang membawa anak-anak, serta fasilitas umum seperti toilet.

Bagi yang gemar beraktivitas, area pantai yang lapang kerap dimanfaatkan untuk berkemah maupun olahraga pantai. Pada momen tertentu, lokasi ini bahkan pernah menjadi arena kejuaraan balap motor grasstrack yang menyedot perhatian warga.

Cara Menuju Lokasi

Soal akses, Tanjung Belandang tergolong mudah dijangkau. Pantai yang berada di Desa Sungai Awan Kiri ini hanya berjarak sekitar belasan kilometer dari pusat kota, atau kurang lebih 30 menit berkendara. Jalur menuju lokasi pun sudah memadai untuk dilalui motor, mobil, hingga bus.

Destinasi Lain yang Layak Disambangi

Kalau punya waktu lebih, Ketapang masih menyimpan sejumlah destinasi menarik. Pencinta wisata bahari bisa melirik Pulau Sawi di Kendawangan yang terkenal dengan air jernih dan spot snorkeling. Sementara bagi penikmat sejarah, Keraton Matan menjadi saksi jejak Kerajaan Tanjungpura yang kental nilai budaya.

Tak berhenti di situ, ada pula Kelenteng Tua Pek Kong yang mencerminkan keberagaman masyarakat, hingga Desa Wisata Cempedak Jaya yang mengusung konsep bahari berbasis konservasi. Bagi yang berencana menjelajah, musim kemarau sekitar Mei hingga September umumnya menjadi waktu paling ideal untuk berkunjung.

Baca juga:
7 Tempat Wisata Menarik di Ketapang yang Wajib Dikunjungi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *